Wahai orang yang lembut hatinya,
Entah dari mana aku mulai dan menyusun kata-kata untuk mengungkapkan segala sedu sedan dan perasaan yang ada di dalam dada. Saat kau baca suratku ini anggaplah aku ada dihadapanmu dan menangis sambil memohon maaf kepadamu atas segala kekhikafan yang pernah terjadi.
Wahai orang yang lembut hatinya
Aku tahu kau telah menitikkan air mata untukku ketika orang-orang tidak menitikkan air mata untukku. Aku tahu kau adalah orang yang tetap terenyum ketika orang lain mencibir diriku. Aku tahu kau telah memberikan semangat kepadaku ketika orang lain mulai menjatuhkank. Kau yang selalu ada untukku ketika orang lain mulai meninggalkanku.
.
Wahai orang yang lembut hatinya,
Tahukah kau betapa beratnya menjadi manusia yang selalu dituntut sempurna, padahal sejatinya manusia pun punya keterbatasan. Karena sejatinya tidaklah mungkin manusia yang memiliki 1000 kelebihan tanpa 1 kekurangan, begitupun sebaliknya, tidaklah mungkin manusia yang memiliki 1000 kekurangan tanpa 1 kelebihan. Maka sadarilah bahwa mawar pun berduri dan tak ada satu pun gading yang tak retak.
Wahai orang yang lembut hatinya,
Maka adilkah bagi kita ketika ada seorang manusia yang melakukan kesalahan, lalu kita menutup mata atas semua kebaikan yang pernah ia lakukan? Apakah adil,jika semua tinta emas yang telah tergoreskan dalam kehidupan kita harus tertutupi hanya dengan setitik noda hitam yang mereka teteskan? Apakah sudah tertutup pintu maaf untuk mereka atau terlalu sucikah diri kita, sehingga tidak pernah melakukan kesalahan?
Wahai orang yang lembut hatinya,
Tahukah kau betapa beratnya beban yang diamanahkan kepada para pemimpin? Mungkin memang sudah menjadi kodratnya untuk para pemimpin yang ketika berhasil menlaksanakan tugasnya dipuja laksana dewa, tetapi ketika melakukan kesalahan langsung dihina tanpa kita ketahui betapa berat beban yang harus dipikulnya. Mungkin memang begini nasib manusia yang selalu berusaha membuat orang lain tidak pernah merasa sendir. Selalu ditinggalkan dan dibuat menyendiri ketika melakukan kesalahan. Owh betapa malangnya nasib orang baik, pantas saja banyak orang di dunia ini yang enggan menjadi orang baik.
Wahai orang yang lembut hatinya,
Aku ingin bertanya kepada hati-hati kalian, apakah benar, apakah baik jika seseorang mencintai orang yang telah dimiliki orang lain? Betapa berat rasa yang yang disimpannya, begitu sakit rasa yang harus dipendamnya ketika yang dicintainya itu bersama orang lain.dan betapa tidak enaknya harus tetap tersenyum sambil menahan perih. Aku bukanlah manusia yang sempurna karena ku bukanlah lelaki yang turun dari surga. Aku bukanlah manusia suci yang selalu luput dari dosa. Aku pun manusia, yang sudah pasti berdosa dan bersalah. Tapi, apakah pantas kesalahan ini membuatku harus merasa sendiri? Jika pantas, maka akan kuhabiskan sisa hidupku dengan menyendiri sebagai tebusan atas kesalahan yang pernah kulakukan.
Wahai orang yang lembut hatinya
Terlalu jauh bagiku untuk pergi ke masa lalu dan memperbaiki yang telah terjadi. Yang terdekat bagiku saat ini adalah menyesalinya dan berjanji untuk tidak mengulanginya.
Doakan Allah mengampuni diriku. Maafkan atas kelancanganku.
Yang dirundung nestapa,
Doni Ramdani